| Keterangan |
Zat ini memiliki aplikasi yang luas termasuk pengeras cepat untuk beton, pengawet kayu, penambah daya plester, agen pascapenggosokan, agen anti ngengat, katalis untuk produksi serat poliester, dan bahan dalam bak elektrolit untuk menyiapkan seng. Selain itu, zat ini dapat bertindak sebagai agen aktif dalam cat emulsi tahan jamur.1Bahan kimia ini juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk mengeraskan dan memoles permukaan beton, seperti lantai atau dinding.2Selain itu, campuran pasta yang dibuat dengan mencampur seng fluosilikat dengan bahan kimia lain menunjukkan fungsi yang diinginkan untuk membersihkan batu, bata, beton, dan bahan konstruksi lainnya.3Di samping itu, penggunaan senyawa ini dalam proses flotasi buih membantu dalam pemilihan mineral berharga.4 |
| Referensi |
Elbe, HL; Poulus, W.; Schrage, H.; Kugler, M.; Kunisch, F., Cat emulsi tahan jamur. Paten AS 5622546 1997.
Wetherell, M.; Jones, J., Metode untuk pengerasan dan pemolesan lantai beton, dinding, dan sejenisnya Paten AS US RE38364 E 2003.
Salomone, G., PRODUK UNTUK MEMBERSIHKAN BATU, BATA, BETON DAN BAHAN KONSTRUKSI LAINNYA Paten AS 3481879 1969.
Hansen, M., Proses flotasi buih Paten AS 1972588 1934.
|
| Sifat Kimia |
Kristal putih. Terurai jika dipanaskan; larut dalam air. |
| Deskripsi Umum |
Bahan padat, atau padatan yang dicampur dengan air. Tidak larut dalam air dan lebih padat daripada air. Kontak dengan bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan selaput lendir. ZINC SILICOFLUORIDE dapat bersifat toksik jika tertelan. |
| Reaksi Udara & Air |
Tidak larut dalam air. |
| Profil Reaktivitas |
ZINC SILIKOVLUORIDA memiliki daya oksidasi atau reduksi yang lemah. Namun, reaksi redoks masih dapat terjadi. Sebagian besar senyawa dalam golongan ini sedikit larut atau tidak larut dalam air. Jika larut dalam air, maka larutannya biasanya tidak bersifat asam kuat maupun basa kuat. Senyawa ini tidak reaktif terhadap air. |
| Bahaya Kesehatan |
Menghirup debu dapat menyebabkan iritasi pada hidung dan tenggorokan; menghirup debu secara berlebihan dapat menyebabkan radang paru-paru yang parah. Jika tertelan, debu dapat menyebabkan mual, kram, muntah, syok, kejang, sianosis, dan gejala keracunan fluorida lainnya. Kontak dengan mata atau kulit dapat menyebabkan iritasi; luka pada kulit dapat muncul. |
| Bahaya Kebakaran |
Bahaya Khusus dari Produk Pembakaran: Hidrogen fluorida dan silikon tetrafluorida yang beracun dan mengiritasi terbentuk dalam kebakaran. |
| Profil Keamanan |
Keracunan melalui jalur konsumsi dan subkutan. Bila dipanaskan hingga terurai, zat ini mengeluarkan asap beracun dari F- dan ZnO. Lihat juga SENYAWA SENG. |