| Keterangan |
3-Amino-1,2-propanediol (APD) adalah pengatur metabolisme kalsium yang berguna dalam pengobatan penyakit Paget, hiperkalsemia yang disebabkan tumor, dan gangguan tulang lainnya yang melibatkan peningkatan aktivitas osteoklastik. |
| Sifat Kimia |
3-Amino-1,2-propanediol adalah cairan kental bening, tidak berwarna hingga kuning pucat dengan titik leleh 55-57 derajat dan titik didih 264-265 derajat. Massa jenis pada suhu 25 derajat adalah 1,175 g/mL. Larut dalam air. |
| Pencipta |
Henkel (Jerman Barat) |
| Penggunaan |
3-Amino-1,2-propanediol digunakan dalam pembuatan iohexol, yang merupakan media kontras non-ionik X-CT. Zat ini berfungsi sebagai bahan awal dalam produksi bahan khusus. |
| Aplikasi |
3-Amino-1,2-propanediol digunakan sebagai reaktan dalam sintesis molekul penghantar mirip lipid (lipidoid) untuk terapi interferensi RNA (RNAi). Ia juga digunakan dalam sintesis templat bioaktif untuk menyiapkan polipeptida heliks kationik dan berbagai polimer kationik untuk penghantaran gen. Ia juga digunakan dalam sintesis Decarbazolyl Carvedilol (D212720), metabolit Carvedilol (C184625) yang ditemukan pada manusia, tikus, anjing, dan mencit. |
| Persiapan |
3-Amino-1,2-propanediol disintesis dengan mereaksikan 3-kloro-1,2-propanediol (CPD) dengan amonia dalam lingkungan basa dengan menambahkan natrium hidroksida. Setelah itu, produk tersebut menjalani serangkaian langkah pemurnian. |
| Aplikasi |
3-Amino-1,2-propanediol digunakan sebagai ligan pemilih kiral, yang kemudian digunakan untuk substitusi nukleofilik dengan yang dilindungi dimethoxytrityl (DMT). |
| Nama merek |
Aminomux adalah |
| Deskripsi Umum |
3-Amino-1,2-propanediol merupakan turunan gliserol kiral. Ia dapat digunakan sebagai donor ikatan hidrogen dalam desain pelarut eutektik baru yang telah muncul sebagai alternatif yang sesuai untuk VOC (senyawa organik yang mudah menguap) untuk berbagai aplikasi praktis termasuk, antara lain, pengiriman obat, elektrokimia, desain material, ekstraksi dan, tentu saja, reaksi organik, sendiri atau bersama-sama dengan media reaksi berkelanjutan lainnya[1]. Ia juga dapat digunakan sebagai inti yang terdapat dalam senyawa antivirus untuk menyusun kerangka guna merancang kelas baru agen anti-adenovirus[2]. |
| Bahaya |
3-Amino-1,2-propanediol Berbahaya. H314 (93,33%): Menyebabkan luka bakar kulit yang parah dan kerusakan mata [Bahaya Korosi/iritasi kulit] H318 (56,36%): Menyebabkan kerusakan mata serius [Bahaya Kerusakan mata serius/Iritasi mata] |
| Profil Keamanan |
Racun melalui jalur intraperitoneal. Cukup beracun jika tertelan. Saat dipanaskan hingga terurai, zat ini mengeluarkan asap beracun NOx. |
| penyimpanan |
3-Amino-1,2-propanediol menyerap kelembapan dan harus disimpan dalam wadah tertutup rapat. Simpan dalam kondisi dingin dan kering dalam wadah tertutup rapat. |
| Referensi |
[1] Antenucci A, dkk. Desain Pelarut Eutektik Dalam Kiral Baru Berbasis 3-Amino-1,2-propanediol dan Aplikasinya dalam Kimia Organolithium. Molekul, 2022; 27. [2] Mazzotta S, dkk. Desain, sintesis, dan evaluasi biologis in vitro dari kelas baru agen anti-adenovirus berdasarkan 3-amino-1,2-propanediol. Kimia Bioorganik, 2021; 114: 105095. |