| Keterangan |
Sebagai jenis fluorosilikat, kalium fluorosilikat dapat digunakan sebagai agen fluoridasi untuk persediaan air, dalam produksi kriolit sintetis, dan dalam pelapisan logam. Kalium fluorosilikat dapat digunakan sebagai bahan perawatan mulut, sebagai bahan fluks dalam enamel porselen, dan sebagai elemen pengawet kayu. Kalium fluorosilikat juga dapat digunakan untuk pembuatan bahan keramik dan kaca optik. |
| Referensi |
[1] W. John Williams, Buku Pegangan Penentuan Anion, 1979 [2] Ruth Winter, Kamus Konsumen Bahan Kosmetik, Edisi ke-7, 2009 [3] BA Richardson, Pelestarian Kayu, Edisi ke-2, 1993 [4] Werner Vogel, Kimia Kaca, Edisi ke-2, 1994 |
| Sifat Kimia |
Bubuk kristal berwarna putih, tidak berbau. D 3.0. Sedikit larut dalam air; larut dalam asam klorida. |
| Penggunaan |
Dalam pembuatan kaca opalescent, dalam enamel porselen, dalam insektisida. Juga digunakan dalam metalurgi aluminium. |
| Penggunaan |
Kalium heksafluorosilikat digunakan dalam produksi porselen. Kalium ini juga digunakan untuk pengawetan kayu. Kalium ini digunakan dalam pembuatan keramik, peleburan aluminium dan magnesium. Selain itu, kalium ini digunakan sebagai zat antara dalam pembuatan kaca optik. |
| Deskripsi Umum |
Bubuk kristal berwarna putih, tidak berbau. Lebih padat daripada air. Kontak dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, dan selaput lendir. Mungkin beracun jika tertelan. Digunakan untuk membuat bahan kimia lainnya. |
| Reaksi Udara & Air |
Sedikit larut dalam air. |
| Profil Reaktivitas |
Kalium fluorosilikat memiliki daya oksidasi atau reduksi yang lemah. Namun, reaksi redoks masih dapat terjadi. Sebagian besar senyawa dalam golongan ini sedikit larut atau tidak larut dalam air. Jika larut dalam air, maka larutannya biasanya tidak bersifat asam kuat maupun basa kuat. Senyawa-senyawa ini tidak reaktif terhadap air. |
| Bahaya |
Beracun jika tertelan dan terhirup, bersifat iritan kuat terhadap jaringan. |
| Bahaya Kesehatan |
Sangat beracun, dapat berakibat fatal jika terhirup, tertelan, atau terserap melalui kulit. Hindari kontak dengan kulit. Efek kontak atau terhirup dapat tertunda. Kebakaran dapat menghasilkan gas yang mengiritasi, korosif, dan/atau beracun. Limpasan dari air pengendali kebakaran atau pengenceran dapat bersifat korosif dan/atau beracun dan menyebabkan polusi. |
| Bahaya Kebakaran |
Tidak mudah terbakar, zat itu sendiri tidak terbakar tetapi dapat terurai saat dipanaskan dan menghasilkan asap korosif dan/atau beracun. Wadah dapat meledak saat dipanaskan. Limpasan dapat mencemari saluran air. |
| Penggunaan industri |
Kalium fluorosilikat adalah bubuk putih hingga kekuningan, sukar larut dalam air (0.68% pada suhu 20 derajat). Karena kelarutannya yang rendah, zat ini tidak umum digunakan sebagai reagen pengubah. |
| Profil Keamanan |
Racun yang dapat tertelan dan tertelan melalui kulit. Tertelan dapat menyebabkan muntah dan diare. Iritasi yang kuat. Tidak cocok dengan asam hidrofluorida. Ketika dipanaskan hingga terurai, zat ini mengeluarkan asap beracun SiF4, K3SiF7, dan KF. |
| Metode Pemurnian |
Mengkristalkannya beberapa kali dari air konduktivitas (100mL/g) antara 100o dan 0o. |