| Sifat Kimia |
bubuk kristal putih sampai kuning muda. 2-Klorobenzonitril [873-32-5], 2-kloro1-sianobenzena, Mr 137,57, mp 44,8 derajat , bp (101,3 kPa) 232 derajat , bp (1,6 kPa) 111,5 derajat , membentuk kristal tak berwarna yang mudah menyublim. Kristal mudah larut dalam pelarut organik, hanya sedikit larut dalam air, dan uap mudah menguap. |
| Kegunaan |
Perantara untuk sintesis bahan kimia pertanian, obat-obatan dan zat antara kimia. 2-Klorobenzonitril terutama digunakan dalam sintesis zat antara pewarna 2-cyano-4-nitroaniline, dan dalam industri farmasi untuk sintesis obat anti malaria baru seperti nitroquine. |
| Kegunaan |
2-Klorobenzonitril adalah aril klorida teraktivasi yang biasanya digunakan dalam reaksi yang melibatkan arilasi langsung heteroaromatik yang dikatalisis Paladium (misalnya 3-asam aminopikolinat [A627800]). 2-Klorobenzonitril dan turunan tersubstitusinya (misalnya 2,3-dikloro-6-nitrobenzonitril [2112-22-3]) juga memiliki sifat antiinflamasi yang potensial. |
| Persiapan |
2-klorobenzonitril diperoleh melalui reaksi asam o-klorobenzoat dan urea: asam o-klorobenzoat, asam sulfamat, dan urea dicampur dan dipanaskan hingga sekitar 140 derajat dan dicairkan, kemudian bereaksi dengan kuat sambil diaduk, dan sejumlah besar gas dilepaskan, dan suhu otomatis naik ke 220-230 derajat selama 2 jam. Kemudian didinginkan hingga di bawah 15 derajat, disaring, dan padatan yang diperoleh dicuci dengan amonia 3% dan air hingga netral, kemudian dikeringkan dan diperoleh produk jadi. |
| Sifat mudah terbakar dan mudah meledak |
Tidak diklasifikasikan |
| Profil Keamanan |
Racun melalui jalur intraperitoneal. Cukup beracun jika tertelan. Mengiritasi mata. Ketika dipanaskan hingga terurai atau bersentuhan dengan air, uap, asam, atau asap asam, ia mengeluarkan asap beracun Cland CN-. Lihat juga NITRIL. |
| Perpaduan |
 Perwujudan ini mencakup langkah-langkah berikut: Langkah 1. Tambahkan 14,3g (0.1mol) o-klorobenzil alkohol, 3,7g katalis komposit tembaga-mangan dan 1,6g (0.{{2{{22 }}}}1mol) 2,2,6,6-tetramethylpiperidine oxide ke dalam ketel reaksi, Kemudian tambahkan larutan campuran alkohol-air yang dibuat dengan mencampurkan 33 mL etanol dan 66 mL air deionisasi, Tuangkan gas amonia ke dalam reaktor sampai tekanan gas amonia di dalam reaktor sebesar 0.2MPa, kemudian tutup katup masuk gas amonia. Terus masukkan oksigen ke dalam ketel reaksi hingga tekanan {{30}}.4MPa, lalu lanjutkan suplai oksigen pada tekanan ini; Katalis komposit tembaga-mangan terdiri dari 1,7 g (0.01 mol) tembaga klorida dihidrat dan 2,0 g (0,01 mol) mangan klorida tetrahidrat; Nyalakan alat pengaduk magnet pada ketel reaksi, sekaligus panaskan hingga suhu sistem dalam ketel reaksi sebesar 40??C untuk melakukan reaksi oksidasi amonia selama 4 jam. Setelah reaksi selesai, tekanan reaktor dihilangkan, sistem produk setelah reaksi amoksidasi didinginkan hingga 5??C, dan 14,0 g padatan seperti jarum berwarna putih diperoleh dengan filtrasi hisap, yaitu o-klorobenzonitril mentah; Langkah 2: Menggunakan 28 mL larutan campuran alkohol-air untuk mengkristal ulang 14,0 g o-klorobenzonitril mentah yang diperoleh pada langkah 1, untuk memperoleh kristal putih seperti jarum, yaitu o-klorobenzonitril; Larutan campuran alkohol-air dibentuk dengan mencampurkan etanol dan air deionisasi dengan perbandingan volume 1:2. O-klorobenzonitril yang dibuat dalam contoh ini dikeringkan dan ditimbang 13,3 g; setelah perhitungan, Hasil o-klorobenzonitril yang dibuat dalam contoh ini adalah 97,1%, dan kemurnian massa o-klorobenzonitril yang dibuat dalam contoh adalah 97,5% sebagaimana ditentukan dengan kromatografi gas. |
| Metode Pemurnian |
Kristalisasikan nitril hingga titik leleh konstan dari *benzena/pet eter (b 40-60o). [Beilstein 9 IV 965.] |